Thursday, December 15, 2011

Kredit Rumah dengan Jamsostek

Add caption
Bagi temen-temen yang ingin membeli rumah, dan sudah bergabung dengan jamsostek, maka bisa mengajukan bantuan untuk uang muka perumahan, dulu fasilitas ini hanya untuk masyarakat berpendapatan di bawah Rp 4,5 juta per bulan. Tapi kini, setiap peserta bisa menikmatinya.
Karyawan harus memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan uang muka. Berikut ini kriterianya yang tertera di situs Jamsostek.
  • Belum memiliki rumah sendiri yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai cukup dari tenaga kerja Jamsostek.
  • Telah terdaftar menjadi peserta Jamsostek minimal 1 tahun.
  • Mendapatkan rekomendasi dari perusahaan Penanggung Jawab Pengurusan PUMP.
  • Bersedia dipotong gajinya untuk pembayaran angsuran PUMP kepada PT Jamsostek (persero).
  • Setuju dan sepakat untuk membeli rumah yang ditawarkan oleh Pengembang: baik lokasi rumah, tipe rumah, harga rumah, besarnya uang muka KPR, jangka waktu maupun suku bunga KPR-nya.
  • Dinyatakan lulus seleksi KPR oleh Bank Pemberi KPR dengan bukti diterbitkan SP3K (Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit).
  • Pembayaran angsuran dilaksanakan secara kolektif oleh Perusahaan penanggung Jawab pengurusan PUMP.

Menurut Kepala Bidang Pemasaran Kantor Cabang Semarang I PT Jamsostek Tonny Weka, banyak peserta Jamsostek yang menanyakan alasan pemberian fasilitas uang muka hanya untuk peserta bergaji maksimal Rp 4,5 juta. Karena alasan itulah program Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) akhirnya dibuka untuk seluruh peserta.
Jumlah pinjaman maksimal yang bisa diambil oleh peserta dengan pendapatan Rp 4,5 juta adalah Rp 20 juta. Sedangkan peserta dengan pendapatan antara Rp 4,5-10 juta per bulan bisa mengambil pinjaman dengan nilai maksimal Rp 35 juta. Sementara peserta dengan gaji antara Rp 10-15 juta per bulan boleh mengambil pinjaman hingga Rp 50 juta. Pinjaman dapat diangsur dalam tempo waktu 10 tahun dengan bunga 6 persen.
Perusahaan tempat karyawan bekerja pun punya kriteria. Perusahaan membantu karyawan mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan bantuan uang muka. Berikut ini kriteria untuk perusahaan.
  • Telah berdiri minimal 1 (satu) tahun dan masa aktif.
  • Tertib administrasi kepesertaan program Jamsostek.
  • Koperasi karyawan yang telah mendapatkan surat kuasa dari perusahaan untuk pengurusan PUMP.
  • Koperasi karyawan telah berdiri minimal 1 (satu) tahun.
  • Pejabat Penanggung jawab pengurusan PUMP pada Perusahaan minimal adalah Manajer Personalia.
Pengembang yang menjual rumah juga harus memenuhi kriteria sebagai berikut.
  • Terdaftar sebagai anggota REI atau APERSI/KOPPERSI (Koperasi Pengembangan Rumah Sederhana Indonesia) atau Perum PERUMNAS
  • Mendapatkan rekomendasi dari REI atau APERSI/KOPPERSI setempat (kecuali Perum PERUMNAS).
  • Telah memiliki lahan siap bangun dan mendapatkan izin prinsip dari Instansi yang berwenang (lahan tidak bermasalah).
  • Mendapat dukungan dari Bank Pemberi KPR.
  • Melakukan penawaran rumah melalui Perusahaan peserta Jamsostek yang dikoordinasikan dengan kantor cabang PT. Jamsostek (Persero) dalam rangka konfirmasi ketertiban administrasi kepesertaannya.

Tuesday, December 13, 2011

RAMALAN SABDA PALON NAYA GENGGONG

  • Pada sira ngelingana, Carita ing nguni-nguni, Kang kocap ing serat babad, Babad nagri Mojopahit, Nalika duking nguni, Sang-a Brawijaya Prabu, Pan samya pepanggihan, Kaliyan Njeng Sunan Kali, Sabda Palon Naya Genggong rencangira. ( Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong).
  • Sang-a Prabu Brawijaya, Sabdanira arum manis, Nuntun dhateng punakawan, “Sabda palon paran karsi”, Jenengsun sapuniki, Wus ngrasuk agama Rosul, Heh ta kakang manira, Meluwa agama suci, Luwih becik iki agama kang mulya. ( Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: "Sabda-Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.)
  •  Sabda Palon matur sugal, “Yen kawula boten arsi, Ngrasuka agama Islam, Wit kula puniki yekti, Ratuning Dang Hyang Jawi, Momong marang anak putu, Sagung kang para Nata, Kang jurneneng Tanah Jawi, Wus pinasthi sayekti kula pisahan. ( Sabda Palon menjawab kasar: "Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Sudah digaris kita harus berpisah )
  • Klawan Paduka sang Nata, Wangsul maring sunya ruri, Mung kula matur petungna, Ing benjang sakpungkur mami, Yen wus prapta kang wanci, Jangkep gangsal atus tahun, Wit ing dinten punika, Kula gantos kang agami, Gama Buda kula sebar tanah Jawa. ( Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama. Gama (ajaran luhur) Buda (Kawruh Budi) saya sebar seluruh tanah Jawa).
  • Sinten tan purun nganggeya, Yekti kula rusak sami, Sun sajekken putu kula, Berkasakan rupi-rupi, Dereng lega kang ati, Yen durung lebur atempur, Kula damel pratandha, Pratandha tembayan mami, Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar. ( Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya).
  • Ngidul ngilen purugira, Ngganda banger ingkang warih, Nggih punika medal kula, Wus nyebar agama budi, Merapi janji mami, Anggereng jagad satuhu, Karsanireng Jawata, Sadaya gilir gumanti, Boten kenging kalamunta kaowahan. ( Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat bila diubah lagi.)
  • Sanget-sangeting sangsara, Kang tuwuh ing tanah Jawi, Sinengkalan tahunira, Lawon Sapta Ngesthi Aji, Upami nyabrang kali, Prapteng tengah-tengahipun, Kaline banjir bandhang, Jerone ngelebne jalmi, Kathah sirna manungsa prapteng pralaya. ( Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.)
  • Bebaya ingkang tumeka, Warata sa Tanah Jawi, Ginawe kang paring gesang, Tan kenging dipun singgahi, Wit ing donya puniki, Wonten ing sakwasanipun, Sedaya pra Jawata, Kinarya amertandhani, Jagad iki yekti ana kang akarya.  ( Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya )
  • Warna-warna kang bebaya, Angrusaken Tanah Jawi, Sagung tiyang nambut karya, Pamedal boten nyekapi, Priyayi keh beranti, Sudagar tuna sadarum, Wong glidhik ora mingsra, Wong tani ora nyukupi, Pametune akeh sirna aneng wana. ( Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan.)
  • Bumi ilang berkatira, Ama kathah kang ndhatengi, Kayu kathah ingkang ilang, Cinolong dening sujanmi, Pan risaknya nglangkungi, Karana rebut rinebut, Risak tataning janma, Yen dalu grimis keh maling, Yen rina-wa kathah tetiyang ambegal. ( Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tapi siang hari banyak begal )
  • Heru hara sakeh janma, Rebutan ngupaya bukti, Tan ngetang anggering praja, Tan tahan perihing ati, Katungka praptaneki, Pageblug ingkang linangkung, Lelara ngambra-ambra, Waradin saktanah Jawi, Enjing sakit sorenya sampun pralaya, (Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia)
  • Kesandung wohing pralaya, Kaselak banjir ngemasi, Udan barat salah mangsa, Angin gung anggegirisi, Kayu gung brasta sami, Tinempuhing angin agung, Kathah rebah amblasah, Lepen-lepen samya banjir, Lamun tinon pan kados samodra bena. ( Bahaya penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang )
  • Alun minggah ing daratan, Karya rusak tepis wiring, Kang dumunung kering kanan, Kajeng akeh ingkang keli, Kang tumuwuh apinggir, Samya kentir trusing laut, Seia geng sami brasta, Kabalebeg katut keli, Gumalundhung gumludhug suwaranira.  ( Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan. Merusakkan kanan kiri. kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh suaranya )
  • Hardi agung-agung samya, Huru-hara nggegirisi, Gumleger suwaranira, Lahar wutah kanan kering, Ambleber angelebi, Nrajang wana lan desagung, Manungsanya keh brasta, Kebo sapi samya gusis, Sirna gempang tan wonten mangga puliha ( Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun.)
  • Lindu ping pitu sedina, Karya sisahing sujanmi, Sitinipun samya nela, Brekasakan kang ngelesi, Anyeret sagung janmi, Manungsa pating galuruh, Kathah kang nandhang roga, Warna-warna ingkang sakit, Awis waras akeh kang prapteng pralaya.” ( Gempa bumi tujuh kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia.)
  • Sabda Palon nulya mukswa, Sakedhap boten kaeksi, Wangsul ing jaman limunan, Langkung ngungun Sri Bupati, Njegreg tan bisa angling, Ing manah langkung gegetun, Keduwung lepatira, Mupus karsaning Dewadi, Kodrat iku sayekti tan kena owah.  ( Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segea menghilang sebentar tidak tampak lagi diriya. Kembali ke alamnya. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi, segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi.)

Saturday, December 3, 2011

Rahasia dan kunci Sukses

(pic. from google)
START WITH A DREAM : 
“Mulailah dengan sebuah mimpi.” Banyak sekali pengusaha-pengusaha yang berhasil, memulai bisnisnya dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan ditawarkan. A dream is where it all started : Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide-ide kreatif yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.
LOVE THE PRODUCTS OR SERVICES : 
Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Enthusiastism and Persistence (antusiasme dan keuletan), sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.  dirintis
LEARN THE BASICS OF BUSINESS : 
Pelajarilah fundamental business. Beyond the “Buy low, Sel high, Pay late, Collect Early” : Tidak akan ada kesuksesan tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk business yang akan kita geluti. Bisa juga dilakukan dengan cara, belajar sambil bekerja. Pelajari dengan sungguh-sungguh dasar-dasar usaha kita. Carilah Guru yang baik.
WILLING TO TAKE CALCULATED RISKS : 
Ambillah resiko. “The Gaint that you will be able to achieve is directly proportional to the risk taken”. Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan cermat, akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan “entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur - dibutuhkan pada tahap awal pengembangan usaha, sedangkan manager dibutuhkan untuk mengatur perusahaan yang telah berjalan (maju).
SEEK ADVICE, BUT FOLLOW YOUR BELIEF : 
Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata-hati kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya, dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu.
WORK HARD, 7 DAY A WEEK, 18 HOURS A DAY : 
Kerja keras. Etos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Melamunkan dan memimpikan kerjanya.
MAKE FRIENDS : 
Bertemanlah sebanyak mungkin. Pada harga dan kwalitas yang sama orang lebih senang membeli dari temannya, bahkan bukan tidak mungkin, dengan harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari temannya. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit. Karenanya, jaga hubungan baik pertemanan, yang berlandaskan dengan kejujuran.
DEAL WITH FAILURES : 
Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah!
JUST DO IT, NOW! : 
Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan Ready-Aim-Shoot, tetapi entrepreneur akan melakukan Ready-Shoot-Aim ! Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita.
 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India